Minggu, 07 Februari 2010

PENEMUAN PENEMUAN TERPENTING DI DUNIA SEPANJANG MASA DI BIDANG BIOLOGI

1. Mikroorganisme (1674)
Lensa mikroskop penggiling sengaja Anton Van Leeuwenhoek menemukan mikroorganisme dalam setetes air. Menggunakan mikroskop sendiri, ia mengamati sperma, bakteri dan sel-sel darah merah. Pengamatannya meletakkan dasar bagi ilmu pengetahuan bakteriologi dan mikrobiologi.

2. Inti Sel (1831)
Sementara belajar sebuah anggrek, ahli botani Robert Brown mengidentifikasi struktur dalam sel-sel yang ia sebut dengan "inti."

3. Archaea (1977)
Carl Woese menemukan bakteri bukan satu-satunya sederhana bersel prokariota (organisme uniseluler tanpa inti) di Bumi. Banyak organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan baru yang extremophiles Archaea. Beberapa tinggal di sangat tinggi atau temperatur rendah, yang lain di sangat salin, asam atau alkali air. Beberapa telah ditemukan di lingkungan seperti tanah rawa, pembuangan kotoran dan tanah. Archaea biasanya tidak berbahaya bagi organisme lain dan tidak ada yang diketahui menyebabkan penyakit.

4. Cell Division (1879)
Walther Flemming hati-hati mengamati bahwa sel-sel hewan membelah secara bertahap dan panggilan proses mitosis. Eduard Strasburger secara mandiri mengidentifikasi proses serupa divisi selular di sel tumbuhan.

5. Sex Cells (1884)
Weismann Agustus mengidentifikasi sel-sel seks yang harus dibagi secara berbeda berakhir dengan hanya setengah dari kromosom set. Ini divisi khusus sel kelamin disebut meiosis. Weismann eksperimen dengan reproduksi ubur-ubur membawanya pada kesimpulan bahwa variasi dalam hasil keturunan dari penyatuan suatu zat dari orangtua. Dia merujuk pada substansi ini sebagai "plasma nutfah."

6. Diferensiasi sel (akhir abad 19)
Beberapa ilmuwan berpartisipasi dalam penemuan sel diferensiasi, akhirnya mengarah pada isolasi sel induk embrionik manusia. Selama diferensiasi, sel berubah menjadi salah satu dari banyak tipe sel yang membentuk tubuh, seperti paru-paru, kulit atau sel otot. Gen tertentu diaktifkan dan yang lain tidak aktif, sehingga mengembangkan struktur sel untuk melakukan fungsi tertentu. Sel yang belum berdiferensiasi dan memiliki potensi untuk menjadi semua jenis sel yang disebut sel induk.

7. Mitokondria (akhir abad 19 sampai sekarang)
Para ilmuwan menemukan mitokondria, powerhouses sel. Struktur kecil ini dalam sel-sel hewan bertanggung jawab untuk metabolisme dan mengubah makanan ke dalam sel-sel bahan kimia yang dapat digunakan. Awalnya berpikir untuk menjadi bagian dari sel, para ilmuwan sekarang percaya bahwa mereka adalah bakteri khusus dengan DNA mereka sendiri.

8. Siklus Krebs (1937)
Hans Krebs mengidentifikasi langkah-langkah yang banyak sel diperlukan untuk mengkonversi gula, lemak dan protein menjadi energi. Juga dikenal sebagai siklus asam sitrat, itu adalah serangkaian reaksi kimia yang menggunakan oksigen sebagai bagian dari respirasi selular. Siklus berkontribusi pada pemecahan karbohidrat, lemak dan protein menjadi karbon dioksida dan air.

9. Neurotransmisi (akhir abad 19 sampai awal abad ke-20)
Para ilmuwan menemukan neurotransmiter dan bagaimana mereka memberitahu tubuh apa yang harus dilakukan dengan melewatkan sinyal-sinyal dari satu sel ke sel saraf lain melalui zat kimia atau sinyal-sinyal listrik.

10. Hormon (1903)
William H. Bayliss dan Ernest H. Starling memberikan hormon nama mereka dan mengungkapkan peran mereka sebagai pembawa pesan kimia. Tim khusus menggambarkan secretin, suatu zat yang dilepaskan ke dalam darah dari duodenum (antara perut dan usus kecil) yang merangsang sekresi pencernaan jus pankreas ke dalam usus.

11. Fotosintesis (1770-an)
Jan Ingenhousz menemukan bahwa tanaman bereaksi terhadap sinar matahari berbeda dari teduh. Dasar-dasar pemahaman fotosintesis dilahirkan. Fotosintesis adalah proses di mana tanaman, alga dan bakteri tertentu mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Pada tumbuhan, daun menyerap karbon dioksida dan akar menyerap air. Matahari menjalankan sebuah reaksi yang menghasilkan glukosa (makanan bagi tanaman) dan oksigen (sebuah produk limbah dilepaskan ke lingkungan). Hampir semua makhluk hidup di bumi pada akhirnya tergantung pada proses ini.

12. Ekosistem (1935)
Arthur George Tansley koin istilah ekosistem dan jembatan sendirian dalam ekologi biologi dengan fisika, kimia dan bidang ilmu lain yang menggambarkan lingkungan. Suatu ekosistem didefinisikan sebagai keseluruhan yang dinamis dan kompleks yang berfungsi sebagai unit ekologis.

13. Biodiversitas Tropika (abad ke-15 sampai sekarang)
Pada ekspedisi berlayar di seluruh dunia, penjelajah Eropa awal menyadari bahwa tuan rumah tropis yang jauh lebih beragam spesies. Menjawab mengapa hal ini terjadi hari ini memungkinkan para ilmuwan untuk membantu melindungi kehidupan di Bumi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar